Saya bertemu Pak Raden hampir setahun yang lalu di acara TEDxJakarta2011. Kalau orang bilang "kalau sudah jalannya ga akan kemana"....menurut saya itu pun termasuk dengan hal2 kecil di sekitar kita. Dan mungkin juga seperti saya dengan Pak Raden, yang dari tahun lalu saya ingin sekali rasanya berkunjung ke rumah beliau, tapi ada saja kendala. Dan hampir genap setahun sekarang, mengalir begitu saja...akhirnya hari selasa kemarin saya berkunjung ke rumah Pak Raden.
Rumahnya sepi, ukurannya tidak besar. Ruang tamu digabung dengan ruang kerja. Ada 1 kamar untuk studio melukisnya, 1 kamar tidur dan ruangan belakang dimana dapur disatukan dengan tempat menyimpan boneka2 dari Si Unyil.
"Wah saya belum mandi ini, ndak apa ya?" kata Pak Raden yg sepertinya habis menerima telfon. Kali ini beliau tidak berpakaian lengkap ala Pak Raden. Beliau hanya mengenakan celana hitam panjang dan polo shirt putih. "Belum disisir juga rambut saya" kata beliau. Jadilah beliau Pak Suyadi :)
Ketika saya melihat boneka2 yang dipajang di rak ruang belakang, langsung flashback. Ingin rasanya saya bersihkan dan tata rapih satu per satu.
Semangat Pak Suyadi masih besar. Beliau bercerita tentang kesibukannya yang tentunya berhubungan dengan melukis dan menunjukkan tumpukan gambar yang sedang diselesaikannya untuk rencana pameran tunggalnya juga.
Urusannya dengan PFN untuk memperjuangkan hak ciptanya atas Si Unyil masih berjalan dan belum sampai kepada keputusan akhir. Salah satu perjuangannya adalah beliau sekarang disibukkan dengan mengejar deadline untuk membuat 13 boneka/karakter sebelum lebaran.
Bapak membiayai hidupnya dari melukis dan juga melakukan pertunjukan boneka sebagai keahlian. Tetapi dengan perkembangan zaman dan usia, pertunjukan boneka sudah tidak terlalu sering sekarang seperti zaman Si Unyil dulu.














No comments:
Post a Comment